Beginilah Tantangan Yang Dihadapi Perusahaan Logistik


Beginilah Tantangan Yang Dihadapi Perusahaan Logistik

Perusahaan logistik sekarang kian berkembang dan terus berubah karena banyaknya perusahaan-perusahaan yang berkembang di industri ini merealisasikan teknologi dan inovasi baru tiap tahunnya. Namun demikian, pertumbuhan ini menuntut perusahaan logistik untuk ikut melakukan perubahan sebab tantangan industri ini kian banyak.

Lantas, apa saja kendala yang dihadapi industri dan perusahaan logistik apa saja yang dapat dilakukan sebagai solusinya? Simak poin-poin berikut.

1.       Memangkas ongkos transportasi
Harga bahan bakar yang kian mahal dan inflasi ialah faktor-faktor yang membuat ongkos transportasi semakin naik. Salah satu teknik menyiasatinya ialah dengan mengerjakan investasi pada transportasi dengan bahan bakar lebih irit seperti gas alam, biodiesel, dan listrik.

Akan tetapi, memangkas ongkos bahan bakar atau ongkos lainnya tidak bakal cukup. Harus melakukan pendekatan strategis yang diaplikasikan ke manajemen logistik guna menghilangkan atau meminimalisir hambatan-hambatan yang mengakibatkan pembengkakkan biaya.

Untuk melakukannya, manager perusahaan logistik butuh memprediksi yang akurat tentang penjualan di masa yang bakal datang. Dengan demikian, segala pengeluaran dapat di tata menurut prediksi pendapatan.

2.       Memenuhi keperluan konsumen
Tujuan utama dari perusahaan logistik ialah agar barang dikirim dengan jumlah yang benar, dikirim dengan waktu tepar dan lokasi yang jelas. Tetapi, kini, konsumen meminta pelayanan yang bisa disesuaikan dengan keperluan mereka dalam urusan paket layanan dan harga. Di samping itu, konsumen pun menginginkan transparasi barang mereka.

Cara mengatasi tantangan ini ialah dengan mengedepankan fleksibilitas yang dapat diperoleh oleh konsumen. Perusahaan logistik mesti dapat menyediakan empiris yang personal dan ditujukan untuk sekian banyak segmen konsumen.

Software logistik dapat mempermudah pekerjaan ini. Sistem bakal menyimpan semua data historis penghasilan dan pengeluaran yang dapat dipakai untuk menebak jenis paket layanan dan harganya di masa yang bakal datang.

3.       Vendor/Supplier Relationship Management
Hubungan antara vendor atau supplier dengan perusahaan logistik ialah sebuah kendala yang mesti disiasati dengan benar. Salah satu caranya ialah dengan menciptakan standarisasi kerja yang disepakati ke dua belah pihak.

Kesepakatan itu hanya dapat dicapai bilamana menguntungkan kedua perusahaan. Komunikasi ialah sarana terpenting guna mewujudkannya. Perusahaan logistik mesti memahami bisnis vendornya yang sama-sama berjuang mendapatkan deviden dari jasa atau produk yang mereka berikan.
Oleh sebab itu, mempelajari bisnis mereka dapat membina hubungan yang baik dan urusan ini dapat mendukung kesuksesan kedua belah pihak.

4.       Manajemen SDM
Manajemen SDM dapat dibilang tantangan yang sulit sebab perusahaan logistik mesti dapat memperlakukan karyawannya secara manusiawi namun tetap menyerahkan keuntungan semaksimal mungkin.

Tetapi, sebuah perusahaan tentu mempunyai kantor di sekian banyak lokasi, manajemen karyawannya dapat lebih mudah. Dengan menunjuk manajer di lokasi-lokasi penting, kantor pusat dapat menyerahkan pembagian tugas dan dilakukan dengan lebih efisien.

Sistem logistik yang bisa terintegrasi dengan sistem HRM bisa mempermudah manajer logistik untuk menata tugas dan jadwal, mengawasi kinerja karyawan, menciptakan invoice, dan urusan lainnya. Manajer bisa dengan gampang memonitor karyawannya dan memberitahu mereka andai ada evolusi informasi yang butuh untuk diketahui.



Share this:

ABOUT THE AUTHOR

Ceyron Louis

A web designer from India. And then you write some more information about yourself like this to fill out the space that is left.

0 komentar:

Posting Komentar